Perjalananku ke Nias, Gunung Sitoli
Blog ini ditujukan Damayanti untuk berbagi Cerita dan Info kepada para pembaca. Penulis punya banyak hobi. Hobi menulis, mengajar, bertani, berwisata, fotografi, dan lainnya.
Bukit Sirikki, Ekowisata Harangan Girsang Paradise
SIMALUNGUN – Bukit Sirikki merupakan salah
satu dari sejumlah bukit di Girsang 1, dekat Parapat Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara. Jika melintas dari Parapat menuju Girsang Sipanganbolon, bukit ini akan
sangat kelihatan dari Jalan Protokol. Bukit ini terlihat ditumbuhi pohon-pohon
pinus.
![]() |
Pemandangan dari Bukit Sirikki di ketinggian sekitar 1100 meter di atas permukaan laut.(foto:damayanti) |
Kamu
suka mendaki bukit? Ini bukit yang cocok untukmu berolahraga. Di sana terdapat
sejumlah fasilitas berupa pondok selfie, warung, tempat duduk, dan toilet. Jika
pengunjung banyak, Sanggar Tari Harangan Nauli akan tampil menari guna
menghibur para pengunjung.
Jika kamu ingin ke sini, lewat Parapat, kamu bisa dari Simpang
Rumah Sakit Mini atau Girsang 1. Menuju Huta Papande. Kamu bisa parkir di
halaman Huta Papande. Lalu mendaki ke bukit sekitar 20-30 menit. Bergantung
kondisi kesehatan atau kekuatanmu. Bagi yang biasa mendaki, bisa menempuhnya
10-15 menit.
Menuju
bukit, kamu akan melihat berbagai jenis pohon tanaman masyarakat di sana.
Durian, jengkol, aren, kemiri, dan berbagai jenis tanaman lainnya.
Dari Bukit Sirikki, kita bisa memandang petak-petak
sawah, perkampungan, pepohonan, dan Danau Toba. Di samping kiri kanan Bukit,
kamu akan melihat bukit-bukit lain yang masih berhutan lebat. Di balik bukit
ada air terjun.
Bukit Ini Merupakan
Habitat Satwa Liar Seperti Babi Hutan, Kera, Luwak Dan Beragam Jenis Satwa
Lainnya.
Tapi, saat kamu mendaki, mungkin satwa ini akan
menghindar dan sembunyi. Binatang-binatang tersebut pemalu. Jika beruntung
bertemu, jangan membuatnya merasa terancam karena dapat menyerangmu.
Banyak hal yang bisa kamu lihat di bukit ini,
sehingga cocok bagi mereka yang suka mengamati alam sampai mendetail. Bukit ini
menambah kekayaan Geopark Kaldera Toba dengan aneka ragam jenis flora dan
fauna.
TERKAIT Pohon
Aren Tanaman yang Multi Fungsi
Perbedaan bukit ini dibandingkan sejumlah bukit
lainnya, kerimbunan hutannya. Bahkan di siang hari, panas matahari tidak terasa
menggigit sebab pasokan oksigen dari pepohonan selalu menyejukkan bukit ini.
Dari bukit ini kita juga menyaksikan para petani di
sekitar bekerja keras guna membentuk petak-petak sawah yang miring. Kawasan di
bukit ini juga subur sebab dedaunan yang berjatuhan dari hutan beserta air
mengalir turun ke ladang, kebun dan pematang sawah.
Satu hal paling penting perlu
kamu ketahui. Bukit Sirikki merupakan bagian Pegunungan Bukit Barisan. Merupakan Hutan Hujan Tropis yang diterima
sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Apa kontribusi yang dapat kamu lakukan
untuk melindungi warisan ini? Dukunglah upaya Kelompok Tani Hutan (KTH)
Harangan untuk melindungi dan melestarikan Bukit Sirikki.
KTH Harangan berusaha lakukan sebisa mungkin untuk melindungi warisan hutan hujan tropis ini. Baru-baru ini, puluhan ribu bibit disalurkan ke masyarakat untuk ditanami di sekitar Bukit Sirikki.
![]() |
Para penari dari Sanggar Tari Harangan Nauli berpose menyambut tamu ke Bukit Sirikki.(foto:damayanti) |
Ingin terlibat dalam pelestarian
hutan? Hal yang paling dapat kamu lakukan yakni mengunjungi bukit ini. Untuk
saat ini KTH Harangan fokus membenahi dan mempromosikan Bukit Sirikki sebagai
salah satu tujuan Ekowisata Harangan Girsang Paradise.
Ekowisata artinya wisata alam.
Kata itu didefinisikan sebagai perjalanan yang bertujuan ke kawasan-kawasan
alami untuk memahami kebudayaan dan fakta-fakta sehubungan dengan flora dan
fauna daerah tersebut, dan tetap berhati-hati agar tidak mengubah kesehatan
ekosistem, sekaligus menghasilkan peluang bisnis yang membuat konservasi sumber
daya alam bermanfaat bagi penduduk setempat.
Penulis
: Damayanti
Sinaga
Editor
: Mahadi
Sitanggang
Tentang Penulis atau Pemilik Blog
Tentang Penulis atau Pemilik Blog
Damayanti adalah mantan
jurnalis Harian Analisa membidangi Ekonomi dan Keuangan. Dia lama menekuni
karier di bidang pendidikan, menjadi guru Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) di sekolah swasta dan guru bimbel di beberapa tempat. Terjun ke dunia
jurnalistik tanpa sengaja.
Awalnya ingin berkarier di
dunia perbankan namun akhirnya memilih untuk menjadi staf redaksi di koran
cukup ternama di Kota Medan. Semula bertugas untuk menerjemahkan berita ekonomi
internasional. Selang setahun berlalu muncul keinginan untuk menulis dan
meliput ke lapangan sebagai jurnalis.
Kecintaannya untuk menulis
kedua topik Ekonomi dan Keuangan membuahkan hasil dengan memenangkan sejumlah
lomba di antara juara ke-2 lomba penulisan tingkat nasional yang diadakan
Angkasa Pura II. Juara ke-2 lomba tulisan yang diadakan oleh Bursa Efek
Indonesia (BEI) tingkat nasional. Juara ke-3 lomba tulisan Pariwisata yang
diadakan Dinas Kominfo Sumut. Juara lomba tulisan yang diadakan oleh Kangguru
English. Finalis kompetisi tulisan jurnalistik yang diadakan Schroders tingkat
nasional dan finalis beberapa lomba lainnya. Belakangan menyukai topik
Pariwisata dan Lingkungan. Bergabung dalam wadah Kelompok Tani Hutan (KTH)
Harangan.
Sekarang, dia bekerja di
perusahaan Konstruksi dan IT bagian digital marketing di Medan. Selain itu ia juga menjadi penulis di
NINNA.ID dan penulis lepas buat media lainnya. Dia punya banyak hobi. Hobi
menulis, mengajar, bertani, berwisata, fotografi, dan lainnya. Ia dapat
dihubungi melalui HPnya 0852-9773-2855 atau email damayanti_sinaga@yahoo.co.id.
https://www.ninna.id/penatapan-parhallow-menikmati-alam-ditemani-menu-ala-bule/
https://www.ninna.id/mengintip-sisi-danau-toba-menyambut-presiden-joko-widodo/
https://www.ninna.id/memoar-di-hutaraja-kini-memukau-sebagai-kampung-ulos/
https://www.ninna.id/aek-natonang-danau-di-atas-danau-di-pulau-samosir/
https://www.ninna.id/panorama-tanjungan-bikin-kamu-jatuh-hati/
https://www.ninna.id/sigarantung-air-terjun-keramat-di-simanindo-samosir/
https://analisadaily.com/berita/arsip/2015/4/20/126178/menginklusifkan-pariwisata-sumut/
Bukti Tayang Tulisan di Media
https://www.ninna.id/ramai-ramai-warga-parapat-tembak-pak-presiden/
https://www.ninna.id/penatapan-parhallow-menikmati-alam-ditemani-menu-ala-bule/
https://www.ninna.id/mengintip-sisi-danau-toba-menyambut-presiden-joko-widodo/
https://www.ninna.id/memoar-di-hutaraja-kini-memukau-sebagai-kampung-ulos/
https://www.ninna.id/aek-natonang-danau-di-atas-danau-di-pulau-samosir/
https://www.ninna.id/panorama-tanjungan-bikin-kamu-jatuh-hati/
https://www.ninna.id/sigarantung-air-terjun-keramat-di-simanindo-samosir/
https://analisadaily.com/berita/arsip/2015/4/20/126178/menginklusifkan-pariwisata-sumut/
Mewujudkan Girsang sebagai Kampung Wisata
Oleh: Damayanti
![]() |
Anak-anak Sanggar Tari Harangan Nauli di Girsang Sipangan Bolon Simalungun.(foto:damayanti) |
Desa
atau Kampung Wisata jadi istilah populer sejak Jokowi bercita-cita menjadikan
desa sebagai tujuan wisata. Kaldera Toba juga menjadi sorotan sejak mendapat
pengakuan dari UNESCO sebagai Taman Bumi atau Geopark. Karena kedua hal
tersebut, sejumlah desa di kawasan Danau Toba berusaha untuk menggali potensi
desa masing-masing. Salah satu dari desa yang sedang berbenah adalah Kampung
Girsang. Mengingat posisi Girsang berada di Kawasan Geopark Kaldera Toba,
penampilan Girsang berperan dalam meningkatkan citra Kaldera Toba, secara
khusus pariwisata di Parapat, Simalungun.
Girsang
layak dijadikan sebagai kampung wisata karena memiliki potensi daya tarik
wisata baik bersifat fisik maupun non fisik. Bersifat fisik yakni potensi alam
yang bakal memikat mata wisatawan. Ada hutan lebat, mata air, air terjun,
bukit-bukit yang indah, persawahan, perkebunan dan perkampungan. Potensi
bersifat non fisik yakni warisan budaya berupa Rumah Batak dan lainnya.
Potensi
inilah yang diperhatikan oleh Kelompok Tani Hutan Harangan dan Pokdarwis
Harangan Nauli punya peluang usaha untuk dijadikan destinasi wisata. Konsep
yang diusung Ekowisata. Belakangan diberilah nama Ekowisata Harangan Girsang
Paradise. Selama 2 tahun terakhir, KTH Harangan dan Pokdarwis Harangan Nauli
membenahi Dolok Sirikki sebagai titik permulaan destinasi ekowisata ini. Dari
sini juga akses menuju Air Terjun dan spot menarik lainnya.
Akhir
Desember 2021, Pokdarwis Harangan Nauli membuka destinasi ini untuk umum. Sejak
dibuka hingga Januari 2022, lebih dari 200 pengunjung tercatat mengunjungi
destinasi ini. Ada kunjungan wisatawan, kunjungan pelaku usaha perjalanan, dan
instansi pemerintahan. Salah kunjungan pemerintahan yakni dari Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif pada akhir 2021.
Dalam
kunjungannya Sub Koordinator Area I A Kemenparekraf Andhy Marpaung mewakili
Kemenparekraf mengusulkan sebelum adanya bantuan pemerintah untuk pengembangan
fasilitas sarana dan prasarana, harus ada kesepakatan di antara masyarakat,
khususnya pemilik lahan agar kelak tidak terjadi masalah. Selain itu,
Kemenparekraf beserta tim ahli dari USU akan meninjau kelayakan lokasi pada
Februari sebelum pembangunan dimulai pada 2023.
Susun
Masterplan
Usai
peninjauan bersama Tim USU dan KPH 2 Siantar pada Februari lalu, Kemenparekraf
menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Atsari Parapat, Selasa 29 Maret
2022. FGD tersebut diselenggarakan untuk menyusun masterplan dan siteplan
Ekowisata HGP. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pihak di antaranya Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun, BAPPEDA Simalungun, Dinas Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Nagori, KPH Wilayah 2, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Girsang, KTH
Harangan, Pokdarwis Harangan dan Karang Taruna.
Direktur
Pengembangan Destinasi I, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan
Infrastruktur Kemenparekraf, Harwan Ekoncahyo menjelaskan, penyusunan
masterplan dan siteplan ini sebagai bentuk dukungan penuh instansinya terhadap
upaya peningkatan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata khususnya di
Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.
“FGD
ini untuk menyusun masterplan dan siteplan Ekowisata Girsang Kecamatan Girsang
Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau
Toba. Ini bentuk dukungan Kemenparekraf kepada destinasi super prioritas Toba,”
kata Harwan Ekoncahyo saat membuka acara.
Harwan mengatakan, fasilitas sarana dan prasarana merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan destinasi pariwisata. Kelengkapan sarana dan prasarana tersebut akan ikut menentukan keberhasilan suatu daerah menjadi daerah tujuan wisata. Dalam upaya mendukung pembangunan fasilitas pariwisata di destinasi pariwisata untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas daya tarik wisata.
![]() |
Potensi alam Harangan Girsang Paradise di Girsang Sipangan Bolon Simalungun.(foto:damayanti) |
Ia
melanjutkan, berdasarkan pengalaman dan pemantauan dalam mendampingi proses
pengajuan dukungan dana alokasi khusus (DAK) oleh daerah, banyak ditemui daerah
tidak memiliki masterplan daya tarik wisata yang layak sebagaimana mestinya.
Senada
dengan pernyataannya, Andhy Marpaung menambahkan, Kemenparekraf menemui fakta
terjadinya tumpang tindih dukungan dari lintas organisasi perangkat daerah atau
lintas lembaga pada suatu destinasi. Hal tersebut terjadi akibat tidak
adanya proses sinkronisasi dan
harmonisasi dalam perencanaannya.
Kemenparekraf
telah memiliki pedoman masterplan daya tarik wisata. Dokumen tersebut dapat
menjadi referensi dalam menyusun masterplan. Pada tahap memasuki fase FGD perlu
mendengarkan dengan saksama konsep pengembangan dari para tenaga ahli. Kemenparekraf
menyaring masukan, kritik membangun dan harmonisasi perencanaan yang mungkin
bersinggungan dengan tugas dan fungsi dari stakeholder terkait lainnya.
Usai
FGD ini nantinya tim tenaga ahli akan mempertajam masterplan dan siteplan
sesuai dengan masukan pada hari tersebut lalu memfinalisasikannya. Pada
kesempatan akhir Mei nanti, Kemenparekraf akan kembali untuk melaksanakan
sosialisasi hasil akhir dari penyusunan masterplan dan siteplan Ekowisata
Harangan Girsang.
Kepala
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun, M. Fikri Damanik,
menyambut baik terkait program Kemenparekraf ini dan akan merealisasikan
pembangunan fasilitas sarana dan prasarana di destinasi ekowisata Girsang melalui
DAK Fisik Bidang Pariwisata setelah selesainya dokumen masterplan dan siteplan.
BAPPEDA
Simalungun bersama lintas organisasi perangkat daerah Kabupaten Simalungun akan
turun kelapangan bersama untuk mengidentifikasi dukungan DAK lainnya sebagai
tindak lanjut masterplan dan siteplan Ekowisata Girsang ini.
Dukungan
dari tokoh masyarakat dan tokoh adat sangat diharapkan sekali demi kesuksesan
pengembangan destinasi ekowisata Girsang ini dengan kolaborasi serta kerjasama
yang baik berbagai unsur dalam masyarakat seperti KTH Harangan Girsang,
Pokdarwis, Karang Taruna dan perangkat kelurahan. Masyarakat setempat sebagai
unsur pelaku pariwisata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan
destinasi pariwisata ini nantinya. Semoga upaya dan kerjasama seluruh pihak mempercepat
tercapainya cita-cita untuk mewujudkan Girsang sebagai desa atau kampung wisata
yang berkembang.
Sapo Nangin 801
Sapo Nangin 801
Dalam Bahasa Batak Karo sapo artinya warung. Nangin merupakan singkatan dari Parangin-angin, marga Karo. 801 dibaca Boi, nama founder Sapo Nangin 801. Sapo Nangin 801 merupakan warung makan khas Batak dan pusat oleh-oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM). Lokasi Sapo Nangin 801 di Jalan Pelita 6 dekat Simpang Jalan Rakyat.
Menu khas warung ini babi crispy, babi panggang, babi kecap, yang tersedia tiap hari selain Rabu. Ada menu lain seperti nasi goreng, bakso kuah, mie hun goreng, tempe goreng, lemon tea dingin, lemon tea hangat, dan menu lainnya.
Untuk saat ini Sapo menyediakan produk oleh-oleh kopi khas Sidikalang, keripik Sibolga, dan keripik lainnya. Tersedia juga minyak karo dan produk khas yang berasal dari Kawasan Danau Toba.
Masanya Manusia Tidak Berkomunikasi Hingga Buang Mantan
![]() |
Dua pemateri |
Sebenarnya,
aku sudah tidak kuasa menahan ketawa saat ikutin kuliah Ilmu Komunikasi sama
dua dosen dari ASPIKOM tapi karena sambil ngerjakan tugas, ketawaku ku tahan.
Pasalnya, sebelum dosen menjelaskan, kami diajukan satu pertanyaan begini,”Apakah
ada masanya manusia tidak berkomunikasi?” Aku saat baca pertanyaan itu enteng
saja menjawab,” Ya”.
Ternyata
namaku langsung ditunjuk pula sama Pak Yenrizal, pemateri pertama. Kaget aku ditunjuk,
tapi pede saja aku menjawab begini,” Kalau sudah mati kan manusia tidak bisa
berkomunikasi lagi,”. Ternyata Pak Yenrizal mengoreksi jawabanku begini,” Kalau
sudah mati bukan manusia lagi!,” Sedikit merasa tersindir tapi aku juga ingin tertawa
besar, menertawakan jawabanku.
Lalu
Pak Yenrizal menjelaskan, selama hidupnya manusia berkomunikasi. Berkomunikasi
yang dimaksud bukanlah berbicara dua arah dengan lawan bicara. Sebab,
arti komunikasi adalah proses memaknai sesuatu. Jika sesorang memaknai sesuatu,
saat itu komunikasi sudah terjadi. Beliau mencontohkan dengan menunjukkan satu
gambar dan meminta beberapa dari peserta Youth Digital Campaigner menyampaikan pandangan
mereka tentang gambar tersebut. Ada 3 orang memberikan jawaban dengan versi
berbeda.
Nah,
proses saat para peserta menyimpulkan tentang gambar tersebut itu adalah
komunikasi. Dosen Aspikom ini juga menambahkan, saat kita berjumpa dengan
seseorang, melihat wajah, mata, rambutnya, kita sedang memaknai atau membuat
kesimpulan tentang orang tersebut, Dengan demikian, sepanjang hidupnya, selama
masih hidup, manusia berkomunikasi. Itulah intinya. Jadi, kalau sudah meninggal
tidak mungkin berkomunikasi.
Selain penjelasan arti komunikasi yang cukup panjang, Pak Yenrizal juga menjelaskan bahwa lingkungan tidak dapat berbicara tentang dirinya sendiri. Jadi, manusia berperan untuk memberikan makna. Maksudnya, manusialah yang berperan untuk menyampaikan opini mengenai lingkungan. Bicara tentang lingkungan maka bicara mengenai diri kita: dimana kita hidup, dan bekerja. Tidak ada komunikasi tanpa lingkungan, dan hidup bumi dapat diselamatkan atau dihancurkan dengan komunikasi.
‘Buang’
Mantan
Nah, istilah buanglah mantan pada tempatnya bikin aku
ngakak habis. Tapi Ibu Yenni Siswantini sepertinya sengaja bilang itu untuk mengundang
gelak tawa di sesi siang. Namun, ku pikir-pikir benar juga saat si Ibu bilang begini,”
Jangan punya banyak mantan, nanti repot buangnya,” Kalau terlalu banyak mantan
kan memang harus dibuang dari memori otak…hahaha.
Pre test yang diberikan pemateri kedua ini juga keren. Mantaplah
pokoknya. Hanya kami pesertalah yang tahu. Susah dijelaskan dengan
kata-kata..haha. Aku juga setuju saat si Ibu mengeluarkan pernyataan tentang tidak
efektifnya menjadikan sampah sebagai penghasilan dalam menangani tumpukan sampah.
Sebab, orang-orang akan semakin berfokus mengumpulkan sampah. Bukannya
mengurangi sampah. Mantap kalilah perenungan Ibu ini bah! Aku setuju juga Bu
akan itu. Pernah juga aku berkesimpulan seperti itu.
Upaya
menjadikan sampah sebagai bahan prakarya juga kurang efektif dalam
menanggulangi sampah, kata si Ibu. Aku pun juga setuju. Pengalamanku mengajar di
sebuah sekolah, murid-murid ngumpulin koran-koran bekas untuk dijadikan bunga
kertas. Eh, akhirnya potongan-potongan koran malah berhamburan di sana-sini.
Malah bikin repot dan menambah sampah.
Sesi
paling akhir sebelum post test, aku khususnya sangat suka. Ibu mengajak tiap
kelompok untuk mengutarakan advokasi lingkungan apa yang akan masing-masing kelompok
lakukan. Kelompokku, kelompok 9 dipilih Ibu untuk menyampaikan hasil diskusi
kami. Aku memang sambil ngantor saat kuliah ini berlangsung. Jujur saja..hehe.
Tapi syukurlah, aku ambil waktu sejenak untuk menyampaikan yang ada dalam
benak.
Aku
bilang, perlunya advokasi untuk mempertahankan hak-hak masyarakat di sekitar hutan
untuk mengelola hutan secara lestari. Jadi, oknum-oknum tidak sembarangan masuk
dan mengubah atau alih fungsi hutan. Maksunya, ada upaya kita untuk membantu
masyarakat dalam mempertahankan hak mereka untuk mengelola hutan. Dengan demikian,
hutan dijaga dan dimanfaatkan oleh penduduk sekitar.
Kami
juga menyarankan perlunya kelompok tani hutan (KTH) seperti yang saat ini juga
sudah ada di sejumlah tempat di Indonesia. Merekalah yang paling dekat dengan
hutan dan mengawasi apa yang terjadi di sekitar hutan. Dengan demikian, harapannya
pihak-pihak lain tidak sembarangan masuk ke hutan dan menggarapnya. Masyarakat di
sekitar hutan atau KTH perlu diajarkan untuk memanfaatkan hutan tanpa harus mengekspolitasinya.
Seperti yang dilakukan oleh Econusa lewat Ekowisata.
Sekian
cerita tentang kuliah pagi hingga siang 26 Maret 2022. Pesan paling pamungkas,
jangan punya banyak mantan. Repot nanti ‘buangnya’…haha
![]() |
Foto-foto peserta |
![]() |
Foto-foto peserta |
Penulis: Damayanti alias
Butet
Pantai Tandarabun Samosir
Namanya unik. Jika dipisahkan kata Tandarabun menjadi
tanda rabun seolah punya arti tersendiri dalam Bahasa Indonesia. Tapi belum
diketahui pasti mengapa nama pantai ini Tandarabun. Lokasi Pantai ini di Desa
Dosroha, Kecamatan Simanindo, Samosir.
Pantai ini terbilang baru. Baru dibuka tahun 2018. Pantai
ini tidak jauh dari pantai-pantai yang terkenal seperti Pantai Batu Hoda dan
Sibolazi. Dari Tomok, bila naik kendaraan bermotor atau mobil, mungkin butuh
waktu sekitar 30 menit untuk sampai kesini. Untuk kesini, kamu harus belok
kanan menuju Pangururan.
Kamu tidak akan kesulitan untuk menemukan pantai ini
karena berada di pinggir jalan. Di jalan besar terpampang tulisan Pantai Pasir
Tandarabun di sebelah kanan jalan jika kamu dari Tomok. Dari pinggir jalan kamu
akan melihat barisan penginapan dan latar parkir.
Tiket masuk Rp5ribu. Parkir sepeda motor Rp5ribu, mobil
Rp10ribu. Tapi bisa jadi tarif ini berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan
pengelola. Sebagaimana pantai lainnya, pantai ini juga menyewakan berbagai
fasilitas untuk menikmati bermain di air seperti pelampung, sepeda dayung,
speed boat, dan lainnya. Tersedia juga penginapan. Kami tidak cantumkan harga
karena pasti bisa jadi berubah suatu saat.
Pantai ini dangkal, menjadikannya aman buat anak-anak. Wisatawan
bisa berenang dengan nyaman karena terpancang tali pembatas sebagai tanda zona
aman untuk bermain tanpa alat bantu. Saat muncul ombak juga tidak bahaya karena
gelombangnya rendah.
Dari pantai ini kita bisa melihat Pusuk Buhit, puncak
tertinggi di kawasan Danau Toba. Di seberang pantai juga terdapat perbukitan
yang berisi desa-desa. Di sekitar danau biasanya juga ada nelayan yang sedang
menangkap ikan.
Tersedia
spot-spot foto bagi kamu yang suka foto. Nah, ada pantai yang gratis masuk tapi
kamu wajib memesan makanan dan minuman. Kalau di pantai ini sebaliknya. Kamu
wajib bayar tiket masuk tapi tidak harus order makanan. Maka jika ingin ajak
kawan beramai-ramai, hematnya kamu bawa makanan dan minuman kesini.
Pantai ini dikelola oleh masyarakat setempat bekerjasama
dengan komunitas para perantau yang berasal dari daerah sekitar pantai. Semoga
adanya pantai ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor
wisata. Meski kita bayar saat masuk ke pantai dan kewajiban pengelola untuk
menjaga kebersihan lokasi wisata, kita juga harus berkontribusi untuk menjaga melestarikan
Pantai di Danau Toba. Caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan ya
kawan-kawan. Selamat menikmati liburan di pantai!
Rumah Belajar Hutaraja Hobi, Semangat dan Kepedulian untuk Danau Toba
Samosir, NINNA.ID -Rumah Belajar Hutaraja adalah tempat belajar yang terletak di Kampung Ulos Hutaraja. Didirikan oleh Damayanti Sinaga se...

-
Kampung Girsang 1 berada di Kabupaten Simalungun dekat dengan Parapat. Sekitar 1 km dari Kota Parapat, sebelum melewati Jembatan Sisera...
-
Bambang P.S. Brodjonegoro: “Saya Yakin 2018 Ada Kilang Baru” ...
-
Hari ini aku mau berbagi tentang pengalamanku tentang perbankan. Aku sering gunakan jasa perbankan mulai dari bank swasta hingga bank...